

CIANJUR, orbitjabar.id – Sebuah poster dakwah yang menampilkan sosok kyai dengan latar belakang proyek bangunan viral di media sosial. Poster tersebut bertuliskan judul yang menohok: “Inilah Karya Kyai Kelas Dunia yang Menyamar Jadi Kuli Bangunan”.Bukan tanpa alasan. Di dalam poster tersebut, ditampilkan potret seorang kyai muda berpeci hitam yang berdiri di tengah lokasi pembangunan, namun di depannya terpajang 9 karya kitab kuning monumental dengan cover khas Timur Tengah.Poster ini sontak menjadi pengingat bagi publik tentang makna tawadhu dan etos kerja seorang ulama.Ilmu Adalah Perhiasan Tak TerlihatDalam poster tersebut, terdapat kutipan penuh makna yang menjadi ruh dari kisah ini:”Ilmu adalah perhiasan yang tidak terlihat, tapi cahayanya menerangi semesta.”Kalimat tersebut seolah menegaskan bahwa kemuliaan seorang kyai tidak diukur dari jabatan atau penampilan mewah, melainkan dari karya dan manfaat ilmunya bagi umat.Sosok kyai yang digambarkan menyamar menjadi kuli bangunan itu menjadi simbol bahwa ulama sejati tidak malu bekerja kasar dengan tangannya sendiri. Ia tetap membangun peradaban dengan dua cara sekaligus: membangun fisik dengan tangannya, dan membangun jiwa umat dengan karya tulisnya.9 Karya Kitab Warisan Ilmu, Amal, dan AkhlakYang membuat publik takjub adalah 9 karya kitab yang terpajang dalam poster tersebut. Dari tampilan covernya, kitab-kitab tersebut ditulis dalam Bahasa Arab, dengan kajian mendalam khas literatur pesantren salaf, mulai dari fikih, tauhid, hingga akhlak.Sebagaimana tertulis di bagian bawah poster, semua itu adalah Warisan Ilmu, Amal, Akhlak Mulia.Fenomena “Kyai Kuli Bangunan” ini memberikan pesan kuat di tengah era modern: bahwa seorang alim kelas dunia sekalipun tetap menjaga keikhlasan dan kesederhanaan. Ia tidak menjadikan ilmunya untuk mengejar dunia, namun justru menyembunyikan kemuliaannya di balik pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata.Kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya santri, bahwa berkarya tidak harus menunggu menjadi besar. Menulis, mengajar, dan bekerja keras bisa berjalan beriringan. Ketawadhuan adalah mahkota tertinggi bagi seorang pemilik ilmu.
Pewarta: Usman
Leave a Reply