
CIANJUR — Dalam hal ini mahasiswa Kuliah Kerja Nyata SISDAMAS Kelompok 141 UIN Sunan Gunung Djati Bandung membangun fasilitas incinerator sederhana di Kampung Satoplas, RT 02 RW 04, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Sarana pembakaran sampah ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai alternatif penanganan sampah residu yang kerap menjadi persoalan lingkungan di wilayah tersebut.
Lalu langkah ini diambil guna menghentikan kebiasaan warga yang sebelumnya membakar sampah secara terbuka di ruang terbuka.
Program ini bermula dari kegiatan rembug warga yang memanfaatkan metode sticky notes untuk memetakan masalah, harapan, dan potensi lingkungan.
Hasil musyawarah bersama pengurus RT dan RW, pembangunan incinerator disepakati sebagai solusi paling mendesak dibandingkan usulan penunjang lainnya.
Fasilitas pembakaran tersebut difokuskan untuk mengolah sampah residu khususnya jenis anorganik kering yang sudah tidak bisa didaur ulang.
Mahasiswa tetap mengimbau warga untuk memilah sampah yang masih memiliki nilai guna sebelum dimusnahkan di incinerator.
Pengerjaan struktur fisik dilakukan secara gotong royong selama tiga hari, terhitung sejak 11 hingga 13 Agustus 2026. Tahapan konstruksi meliputi pembuatan fondasi, pemasangan dinding menggunakan material bata ringan (hebel), pembuatan ventilasi udara, hingga proses finishing.
Warga lokal, termasuk Bendahara RT 02 Wahyu, turut mendampingi teknis pembangunan bersama para mahasiswa.
Setelah pengerjaan rampung, pengelolaan dan perawatan sarana ini diserahkan sepenuhnya kepada warga Kampung Satoplas di bawah pengawasan sosok tokoh lokal yang akrab disapa Abah.
Berdasarkan evaluasi program, fasilitas ini masih memerlukan pengembangan tahap lanjutan, salah satunya penambahan cerobong pembuangan asap yang belum terpasang akibat keterbatasan material.
Meski demikian, kehadiran incinerator sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengolahan sampah yang lebih terarah, bijak, dan berkelanjutan.
Leave a Reply