IJTI Minta Negara Bergerak Cepat dan Basmi Hoaks Gempa Sikka

admin
1 month ago
See All
Copied

JAKARTA, ORBITJABAR.ID – Duka mendalam disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia atas bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang menguncang wilayah Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Guncangan dahsyat itu meluluhlantakkan kawasan pemukiman, memutus akses vital, serta menyisakan ketakutan mendalam bagi ribuan warga yang kini kehilangan tempat tinggal.

IJTI menegaskan bahwasanya peristiwa mengenaskan ini bukan sekadar catatan teknis laporan bencana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang membutuhkan penanganan sangat serius.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menegaskan bahwa aksi nyata sangat dibutuhkan saat ini dari seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, kepedulian kita tidak boleh berhenti pada ucapan duka di media sosial saja.

Ia menambahkan bahwa negara dan seluruh elemen bangsa harus hadir secara masif dan cepat agar saudara-saudara kita di Sikka tidak dibiarkan berjuang sendirian di tengah puing-puing bangunan.

Menyikapi kondisi kritis di lapangan, Pengurus Pusat IJTI merilis lima poin instruksi penting bagi seluruh insan pers dan pemerintah.

Pihaknya mendesak mobilisasi bantuan dilakukan secara cepat, masif, dan terkoordinasi. Redaksi media televisi juga diminta untuk tidak cuma menjual eksploitasi visual kerusakan, melainkan wajib menjadi penyambung lidah bagi warga yang belum mendapat pasokan logistik.

Media diseru berdiri bersama korban serta mengawal proses penanganan darurat supaya berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit.

Para jurnalis di lapangan pun diperintahkan menembus kawasan terisolasi demi menyajikan fakta objektif dengan tetap mengutamakan keselamatan jiwa.

Selain itu, media diingatkan agar membuang jauh praktik jurnalisme sensasional demi meraup pembaca. Masyarakat pun diminta ekstra waspada terhadap gempuran disinformasi maupun isu tsunami liar yang kerap beredar saat situasi darurat.

Herik Kurniawan menegaskan kembali bahwa menyebarkan hoaks dan spekulasi liar di tengah situasi krisis adalah bentuk kejahatan kemanusiaan karena merenggut rasa aman warga yang sedang ketakutan.

“Untuk itu, meja redaksi wajib memperketat verifikasi berita dan warga diminta memegang teguh data dari saluran resmi seperti BMKG, BNPB, BPBD, serta media terpercaya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *